Kamis, 07 Januari 2016

Cara Membuat Fungsi dalam PHP

Tags

Selamat siang sahabat Belajarphplengkap.com, pada kesempatan ini saya akan berbagi tutorial mengenai cara membuat fungsi dalam PHP. Apabila Anda belum mengetahuinya silahkan simak artikel ini.

Kita sebagai programmer PHP tidak hanya dapat menggunakan fungsi yang disediakan atau dibuat oleh PHP saja, dalam artian kita juga dapat menggunakan fungsi yang dibuat oleh kita sendiri atau yang dikenal juga dengan sebutan fungsi UDF (User Defined Function). UDF dibuat untuk dapat menambah fungsi yang belum disediakan oleh PHP.

Untuk mempermudah Anda dalam memahami tutorial ini, saya membagi pembahasan menjadi beberapa tahapan, yaitu:
  1. Peraturan penamaan fungsi
  2. Deklarasi fungsi
  3. Parameter atau argumen dalam fungsi
  4. Pemanggilan fungsi dari file lain

cara membuat fungsi dalam php


1. Peraturan Penamaan Fungsi

Sebelum kita membuat fungsi dalam PHP, pertama-tama kita harus mengetahui peraturan penamaan fungsi terlebih dahulu. Berikut ini adalah peraturan penamaan fungsi dalam PHP diantaranya, yaitu:

  • Tidak boleh sama dengan nama fungsi yang telah disediakan oleh PHP.
  • Tidak boleh mengandung karakter khusus seperti !, #, $, & dan lainnya.
  • Tidak boleh di awali dengan angka (0 – 9).
  • Hanya boleh mengandung huruf (a-zA-Z), angka (0-9) dan underscore (_).

2. Deklarasi Fungsi

Fungsi dituliskan dengan perintah di bawah ini.

function nama_fungsi ([parameter_or_argumen]) {
    blok statement
}

Parameter atau argumen dalam fungsi bersifat opsional, maksudnya boleh ada atau boleh juga tidak. Sebagai latihan, silahkan buat fungsi sederhana di bawah ini.


<?php
  
  function helloWorld() {
    echo "Hello World!";
  }
  
  //Panggil fungsi helloWorld()
  helloWorld();
  
?>

Contoh fungsi di atas merupakan fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Apabila Anda ingin membuat fungsi yang mengembalikan nilai (return value), maka Anda harus menambahkan return dalam fungsi. Contohnya sebagai berikut:
   

<?php
  
  function penjumlahan($a, $b) {
    return $a + $b;
  }
  
  $a = 10;
  $b = 5;
  echo $a . " + " . $b . " = " . penjumlahan($a, $b);
  
?>

3. Parameter atau Argumen dalam Fungsi

Parameter atau argumen adalah data yang diperlukan oleh fungsi untuk diproses. Ada dua cara memberikan nilai atau argumen pada fungsi, yaitu passing by value dan passing by references.

  • Passing By Value

    Pada passing by value parameter dapat berupa variabel, ekspresi atau nilai. Berikut contohnya.

    
    <?php
      
      function pembagian($a, $b) {
        return $a / $b;
      }
      
      $b = 10;
      echo pembagian(100 * 2, $b);
      
    ?>
    

  • Passing By References

    Pada passing by references parameter harus berupa variabel. Apabila nilai dari parameter terjadi proses perubahan pada fungsi, maka akan dikenal juga di luar dari fungsi. Silahkan perhatikan contoh berikut ini.

    
    <?php
      
      function perpangkatan(&$x) {
        $x = $x * $x;
      }
      
      $y = 10;
      perpangkatan($y);
      echo $y;
      
    ?>
    


Oh, ya PHP juga memungkinkan kita untuk memberi nilai default pada parameter dalam fungsi. Yang mana nilai ini akan dianggap nilai awal dari parameter jika parameter tidak diberikan pada fungsi. Berikut contohnya.


<?php
  
  function perkalian($a, $b = 10) {
    return $a * $b;
  }
  
  $x = 20;
  $y = 5;
  echo perkalian($x);
  echo "<br />";
  echo perkalian($x, $y);
    
?>

4. Pemanggilan Fungsi dari File Lain

Apabila Anda ingin memanggil fungsi dari file lain, Anda dapat menggunakan perintah include(). Sebagai contoh anggaplah kita mempunya 2 file, file yang pertama bernama fungsi_pengurangan.php dan yang kedua bernama panggil_fungsi_pengurangan.php.

Isi dari file fungsi_pengurangan.php:
   

<?php
  
  function pengurangan($a, $b) {
    return $a - $b;
  }
  
?>

Isi dari file panggil_fungsi_pengurangan.php:


<?php
  
  include ("fungsi_pengurangan.php");
  
  $x = 75;
  $y = 35;
  echo $x . " - " . $y . " = " . pengurangan($x, $y);
  
?>

Bisa kita lihat dari script PHP di atas tepatnya pada baris ke 3 memanggil file fungsi_pengurangan.php dengan menggunakan perintah include. Sehingga file panggil_fungsi_pengurangan.php dapat menggunakan fungsi pengurangan() yang ada pada file fungsi_pengurangan.php.


Saya rasa cukup pada tutorial belajar PHP kali ini tentang cara membuat fungsi dalam PHP. Apabila Anda mengalami kesulitan, silahkan diskusikan melalui form komentar di bawah ini. Terimakasih.

Artikel Terkait

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon