Kamis, 17 Desember 2015

Mengenal Struktur Pemilihan (Selection) dalam PHP

Tags

Pada tutorial belajar PHP kali ini kita akan mengenal struktur pemilihan (selection) dalam bahasa pemrograman PHP. Struktur pemilihan ini sangat penting untuk Anda ketahui dan pahami. Terutama bagi Anda yang baru datang ke dunia bahasa pemrograman ini.

Biasanya perintah script PHP dijalankan baris per baris atau dengan kata lain berurutan. Namun, dengan struktur pemilihan ini bisa saja perintah tidak dijalankan secara berurutan, apabila ada suatu kondisi tertentu yang tidak terpenuhi.

Adapun yang termasuk struktur pemilihan (selection) dalam PHP diantaranya, yaitu:

  • IF
  • ELSE
  • ELSEIF
  • SWITCH



1. IF


IF adalah salah satu struktur pemilihan yang digunakan untuk pemeriksaan, apakah perintah-perintah yang ada di dalam blok IF ini dikerjakan atau tidak. Perintah di dalam blok IF akan dikerjakan, apabila nilai dari ekspresi di dalam IF bernilai benar (TRUE).

Sintaks:

if (ekspresi) {
    perintah_1;
    perintah_2;
    perintah_3;
}

Contoh penggunaan IF:

<?php

  $a = 25;
  $b = 30;
  if ($a < $b) {
    echo "\$a lebih kecil dari \$b";
    $a += 10; // Tambahkan 10 ke variabel $a
  }

?>

Gunakan tanda { dan } jika di dalam blok IF terdapat lebih dari satu perintah.


2. ELSE


ELSE merupakan pelengkap dari struktur kontrol IF yang digunakan untuk alternatif apabila nilai dari ekspresi di dalam IF bernilai salah (FALSE), maka perintah-perintah di dalam blok ELSE inilah yang akan dikerjakan.

Sintaks:

if (ekspresi) {
    perintah_1;
    perintah_2;
    perintah_3;
} else {
    perintah_a;
    perintah_b;
    perintah_c;
}

Contoh penggunaan ELSE:

<?php

  $a = 25;
  $b = 30;
  if ($a > $b) {
    echo "\$a lebih besar dari \$b";
    $a -= 10; // Kurangi 10 ke variabel $a
  } else {
    echo "\$a lebih kecil dari \$b";
    $a += 10; // Tambahkan 10 ke variabel $a
  }

?>


3. ELSEIF


Pada struktur kontrol sebelumnya, yaitu struktur kontrol IF dan ELSE. Nilai hasil suatu ekspresi hanya memiliki dua macam nilai saja benar (TRUE) atau salah (FALSE). Namun, bisa saja nilai suatu ekspresi bukan hanya benar atau salah, dengan kata lain banyak nilai. Maka dibutuhkanlah struktur kontrol ELSEIF untuk memenuhi kebutuhan ini.

Sintaks:

if (ekspresi) {
    perintah_1;
    perintah_2;
    perintah_3;
} elseif {
    perintah_a;
    perintah_b;
    perintah_c;
}

Contoh penggunaan ELSEIF:

<?php

  $nilai = 75;
  if ($nilai == 100)
    echo "Istimewa";
  elseif ($nilai < 100 && $nilai >= 90)
    echo "Baik Sekali";
  elseif ($nilai < 90 && $nilai >= 80)
    echo "Baik";
  elseif ($nilai < 80 && $nilai >= 70)
    echo "Cukup Sekali";
  elseif ($nilai < 70 && $nilai >= 60)
    echo "Cukup";
  else
    echo "Belajar Lagi";

?>


4. SWITCH


Struktur pemilihan yang terakhir adalah SWITCH. SWITCH ini bentuknya lebih sederhana dibandingkan if ... else atau elseif. SWITCH digunakan untuk menggantikan seurutan pemeriksaan IF pada suatu hasil ekspresi dengan beberapa nilai. Namun, SWITCH pada aturannya memeriksa satu variabel saja.

Sintaks:

switch ($var) {
    case nilai_1:
        perintah_nilai_1;
        break;
    case nilai_2:
        perintah_nilai_2;
        break;
    case nilai_3:
        perintah_nilai_3;
        break;
    [default:
        perintah_nilai_default;
    ]
}

Keterangan:

  • Default ini sama seperti ELSE baik dalam bentuk if ... else atau elseif.
  • Break berfungsi untuk keluar dari blok switch. Jika tidak diberikan break maka ekspresi berikutnya pada case akan dianggap benar (TRUE), sehingga perintah yang ada di dalam blok case tersebut akan dieksekusi.

Contoh penggunaan SWITCH:

<?php

  $bulan = 5;
  echo "Urutan bulan " . $bulan . " adalah bulan ";
  switch ($bulan) {
    case 1:
   echo "Januari";
   break;
 case 2:
   echo "Februari";
   break;
 case 3:
   echo "Maret";
   break;
 case 4:
   echo "April";
   break;
 case 5:
   echo "Mei";
   break;
 case 6:
   echo "Juni";
   break;
 case 7:
   echo "Juli";
   break;
 case 8:
   echo "Agustus";
   break;
 case 9:
   echo "September";
   break;
 case 10:
   echo "Oktober";
   break;
 case 11:
   echo "Nopember";
   break;
 case 12:
   echo "Desember";
   break;
  }

?>


Saya rasa cukup tutorial PHP kali ini. Semoga sekarang Anda sudah mengenal struktur pemilihan (selection) dalam PHP. Apabila ada yang kurang jelas dari tutorial ini silahkan diskusikan melalui form komentar di bawah ini.

Artikel Terkait

Tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon